Sosialisasi Penggunaan Obat Antidiare yang Tepat pada Anak di Kelurahan Kali Kalong Kota Cilegon
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE YANG TEPAT PADA ANAK DI KELURAHAN KALI KALONG KOTA CILEGON
Keywords:
endemis; sosialisasi; obat antidiare; oralit; kekambuhanAbstract
Penyakit Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, diare menjadi penyebab kedua kematian pada postneonatal dan pada balita kelompok usia 12-59 bulan di Indonesia setalah pneumonia. Untuk menanggulangi permasalahan ini maka pemerintah mengadakan Program Lintas Diare yang memusatkan perhatian pada pemberian oralit dan zink pada setiap kasus diare pada semua kelompok umur termasuk pada kelompok umur anak. Akan tetapi, pada hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 secara nasional penggunaan oralit dan zink pada penderita diare semua umur hanya sebesar 92,1%. Tidak tercapainya target tersebut disebabkan pemberi layanan di puskesmas belum memberikan oralit atau zink sesuai standar tata laksana pada penderita diare. Selain itu, masyarakat masih belum mengetahui tentang manfaat oralit dan zink sebagai cairan dan obat yang harus diberikan pada setiap penderita diare untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal jenis-jenis obat antidiare terutama yang digunakan pada anak-anak, cara menggunakannya serta kepatuhannya dalam menggunakan obat zink selama 10 hari walaupun anaknya sudah sembuh dari diare, karena beberapa penelitian tentang kepatuhan dalam menggunakan obat zink selama 10 hari berturut-turut menunjukkan adanya angka penurunan kekambuhan selama 2 sampai 3 bulan ke depan. Adapun langkah-langkah kegiatan sosialisasi ini melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Dari kegiatan sosialisasi ini didapat indikator capaian yaitu pemahaman tentang jenis-jenis obat antidiare pada anak, cara menggunakannya serta mampu membuat cairan oralit di rumah sebagai pertolongan pertama untuk menanggulangi tingkat keparahan dehidrasi. Luaran dari sosialisasi ini berupa publikasi jurnal media sosial secara media online.
References
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Pusdatin. Kemenkes.go.id. 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Republik Indonesia. Pedoman Algoritma Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Jakarta; Kementerian Kesehatan. 2021.
Kemenkes RI. (2019). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta : Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. Rencana Aksi Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung 2020-2024. In Jakarta; 2020.
Fitriani N, Darmawan A, Puspasari A. Analisis faktor risiko terjadinya diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. 2020.
Indriyani Desak Putu Rendang PGNS. Penanganan Terkini Diare Pada Anak. Orig Artik. 2020;11:929.
Ngesti, S., & Parakan, W. (2022). Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda-Tanda Dehidrasi Dan Penanganannya Pada Anak Diare Melalui Pendidikan Kesehatan Menggunakan Leaflet. Jurnal Nursing Update, 13, 1–8
Yulia Rahmaniu, Muhammad Siri Dangnga, & Abdul Madjid. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 5(2), 217– 224. https://doi.org/10.31850/makes.v6i2.9 30
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Indonesia Mengabdi untuk Negeri (IMUN)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


